Pemerintah memastikan akan mengatur konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium bagi mobil pelat hitam mulai April 2012.
"April ini harus jadi," kata Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, saat berkunjung ke kantor redaksi VIVAnews.com, di Jakarta, Kamis 5 Januari 2012.
Maklum saja, sejak wacana pembatasan subsidi BBM digulirkan, program ini beberapa kali gagal. Terakhir, pembatasan akan dilaksanakan pada November 2011, namun tiba-tiba diundur pada April mendatang.


Mahendra mengatakan, pengaturan konsumsi BBM tidak cuma melarang kendaraan pelat hitam menggunakan premium, melainkan dibarengi dengan konversi ke bahan bakar gas. Jadi, nantinya, setelah ada pengaturan BBM, pengguna kendaraan hanya boleh menggunakan BBM tak bersubsidi seperti Pertamax atau bahan bakar gas. Semua tinggal pilih.


Program-program ini, Mahendra melanjutkan, akan dijalankan secara bersama, bukan sendiri-sendiri, sehingga pembatasan konsumsi bisa efektif.


Saat ini, pemerintah masih merumuskan model konversinya, apakah mirip seperti konversi minyak tanah ke elpiji dengan memberi insentif kompor dan tabung gratis, atau model lain. "Tapi, apakah yang menggunakan mobil Mercy masih harus kita kasih konverter kitnya? Tentu kan tidak," katanya.


Pemerintah juga masih menyusun bagaimana model sosialisasi kepada masyarakat, mengingat saat ini waktunya tinggal tiga bulan lagi. "Model distribusinya juga masih kami kaji," tuturnya.


Meski saat ini masih banyak kajian yang belum kelar, Mahendra memastikan, secara prinsip pemerintah sudah siap. "Kita sudah tidak perlu persoalkan lagi, sudah bicara ke level eksekusi," katanya. "Kami masuk dalam ranah penyempurnaan sistem eksekusi itu."


Dia mengakui, aturan ini tidak mungkin 100 persen bisa terlaksana sempurna. Namun, tanpa pembatasan, beban negara akan terus bertambah. "Kami akan terus menyempurnakan, karena masih ada beberapa opsi," katanya.


Selain menghemat anggaran, penerapan ini juga memberi kepastian bagi industri. Bagaimana tidak, produsen otomotif misalnya, bisa langsung membuat mobil berbahan bakar gas. "Kalau tetap bikin mobil berbahan bakar bensin, bisa nggak laku," katanya. (art)

Versi cetak