Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Daoed Joesoef mengatakan, ketahanan dan kekuatan suatu bangsa terletak pada bidang pendidikan. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada lokakarya "Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan", Minggu (23/10/2011), di Bogor, Jawa Barat.

"Pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang maju, yang tidak didukung pendidikan yang kuat," katanya.      Menurut Daoed, jika ingin menjadi negara yang kuat, maju dan disegani dunia internasional, maka Indonesia harus menjadikan pendidikan sebagai bidang unggulan.

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan seharusnya menempati nomor urut pertama sebagai kementerian yang langsung di bawah presiden," ujarnya.

Ia menyakini, bila pemimpin bangsa memiliki persepsi yang sama mengenai pentingnya peranan pendidikan dalam mendorong kemajuan bangsa, maka akan membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dan disegani. Daoed mengungkapkan, Indonesia perlu belajar dari kesadaran bangsa Jepang terhadap pentingnya pendidikan. Baik pimpinan maupun rakyat Jepang, memiliki pandangan yang sama tentang pentingnya pendidikan.

"Saat Hirosima dan Nagasaki dibumihanguskan, yang pertama ditanya oleh Kaisar Jepang adalah, berapa jumlah guru yang tewas dan masih selamat, bukan berapa jumlah tentara atau jenderal. Ini menunjukkan betapa tingginya kesadaran bangsa Jepang terhadap pendidikan," papar Daoed.

Ia menambahkan, Indonesia perlu memperkuat kesadaran akan pendidikan. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan Kemdikbud, diarahkan untuk menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhan masa depan.

"Paradigma pendidikan harus dibangun jauh ke depan, harus mampu mengamati dan memecahkan persoalan dan tantangan yang akan dihadapi ke depan," katanya.

Versi cetak