Setelah sempat menjajal kebolehan All New Sirion, awal Juli 2011 minggu ini PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengajak KOMPAS.com bersama pewarta lain merasakan varian terbarunya, Deluxe yang diluncurkan pekan lalu. Lokasi "memandu uji" (test ride), Malaysia yang merupakan tanah kelahiran Sirion. 

Di Malaysia, Sirion yang bernama Myvi, laris manis. "Sejak diluncurkan Juni 2011, All-New Myvi sudah terjual 38.416 unit," ujar Jimmy Yeow, Corporate Communication, Perodua di Kuala Lumpur, (18/11).

Jalan Mulus
 
Petualangan pertama menempuh rute Kuala Lumpur-Melaka, 130 km melalui jalan kampung. KOMPAS.com berkesempatan mengemudikan Sirion Deluxe transmisi otomatik. Rombongan terdiri dari 8 unit Sirion, bertolak dari hotel di Sepang, Lukut, Rantau, Linggi, Lubok Cina, Brisu, Alor Gajah dan Melaka. Setiap mobil berisi dua penumpang dewasa.

Meski kompak, bagi tubuh tambun dengan postur 178 cm, bangku kemudi Sirion masih terasa nyaman. Cuma posisi pegangan pintu sedikit mengganggu waktu tangan akan mengoperasikan power window. Kendati demikian, tidak mengganggu kontrol setir yang dilengkapi power steering yang diputar oleh motor listrik.

Sensasi berkendara di Malaysia terasa sangat nyaman karena infrastrukturnya terpelihara baik. Permukaan aspal nyaris mulus, tanpa lubang dan tak kenal macet! 

"Kami sengaja mengajak ke Malaysia untuk merasakan sisi lain dari test drive kali ini," beber Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head ADM.

Suasana jalan yang lapang membuat rombongan meningkatkan kecepatan kendaraan.  Tak terasa, mobil kecil ini sudah melaju 110 kpj dengan posisi tongkat pada D4. Di tengah panel instrumen, ditampilkan informasi  konsumsi rata-rata bahan bakar beraksen biru muda,  10,4 km per liter. Reproduksi suara yang dihasilkan dari audio cukup baik saat melaju 100 kpj!

Saat masuk daerah Lubok China, medan jalan mulai meliuk-liuk. "Selikung" (tikungan) lebar dan sempit mudah dilahap pada kecepatan 60-70 kpj. Suspensi yang agak lembut membuat Sirion yang menggunakan pelek 16 inci dan ban seri tipis ini sedikit limbung. 

Meski jalan lega, pengemudi dituntut tetap berkonsentrasi. Pasalnya, kemungkin mobil direm mendadak saat "rombongan" sapi melintas. Setelah meluncur sekitar 1,5 jam, akhirnya rombongan tiba di Melaka, salah satu kota bersejarah di Malaysia. 

Kecepatan Top
Hari Kedua, rute yang dilalui Melaka, Bukit Beruang, Ayer Keroh, Alor Gajah, Tampin, Linggi, Senawang, Seremban, Nilai, Sepang, Cyberjaya dan Putrajaya. Perjalanan ini berjarak 160 km, sebagaian besar jalan tol. KOMPAS.com memilih menjadi penumpang All-New Sirion transmisi manual. 

Perbedaan utama varian AT dengan manual adalah posisi tongkat transmisi Sirion menyatu pada dashboard (AT). Sedangkan, tipe manual, tongkat pemindah gigi masih beradadi lantai.

Saat duduk di bangku belakang, KOMPAS.com merasakan ruang yang cukup lega. Bahkan bisa menjulurkan kaki ke kolong jok depan. Waktu jadi penumpang depan, posisi jok bisa dimundurkan sampai kaki benar-benar lurus. Sabuk pengamat sensitif! Sedikit kejutan, langsung mengunci!

Karena jalur yang dilalui relatif lurus, rekan yang mengemudi mencoba memaksimalkan tenaganya. Pada gigi 5, mobil ini dikebut 150 kpj. Rekan media lain mengaku 170 kpj! Penyebabnya, selain teknik mengemudi, juga bobot penumpang! 

 

Versi cetak