Pemilu pertama pascapemberontakan rakyat yang menggulingkan Presiden Zine el Abidine Ben Ali digelar di Tunisia, Minggu (23/10/2011). Sekitar 7,2 juta orang yang punya hak pilih akan memilih 217 anggota majelis yang akan menyusun konstitusi baru.



Badan multipartai hasil pemilu bertugas mengangkat presiden dan pemerintahan sementara selama proses penyusunan konstitusi baru. Pemerintahan transisi ini diperkirakan akan membutuhkan waktu setahun untuk menyelesaikan konstitusi baru.


Partai Islam Ennahda, yang dilarang semasa pemerintah Zine el Abidine, diperkirakan akan meraih suara terbanyak. Ini merupakan pemilu terbuka pertama di Tunisia karena pada masa lalu hasil pemilu telah diketahui terlebih dulu.


Majelis konstitusi akan memilih bentuk pemerintah yang akan diberlakukan di negara itu dan bagaimana menjamin kebebasan-kebebasan dasar termasuk hak perempuan. Sebagian pihak khawatir Ennahda akan berusaha menghapuskan usulan tersebut meskipun partai itu menjamin tidak akan melakukannya.


Penghitungan suara akan dimulai segera setelah tempat-tempat pemungutan suara ditutup pukul 19.00 waktu setempat. Hasilnya akan disiarkan langsung pada malam hari dan hasil akhir akan disiarkan Senin besok.


 

Versi cetak