Subang (SI ONLINE) - Kondisi keamanan dan kasus Freeport di Papua yang saat ini tengah memanas menjadi perhatian banyak pihak dan tokoh bangsa, tidak terkecuali menurut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS. Ka'ban. Menurut Ka'ban krisis yang terjadi di Papua harus diselesaikan salah satunya dengan cara menasionalisasi tambang emas Freeport tersebut.


"Pemerintah Indonesia harus berani menasionalisasi tambang emas tersebut. Tetapi juga PT. Freeport jangan dirugikan," tegasnya disela-sela acara Silaturahim Kader PBB di Wisma Haji Subang, Sabtu siang (22/10/2011).


Menurut Ka'ban dahulu diserahkan kepada Freeport karena pemerintah belum memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Namun sekarang, Pemerintah Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk mengelola tambang emas secara mandiri tanpa harus bergantung kepada pihak asing.


"Sekarang Pemerintah Indonesia saya yakin memiliki kemampuan dalam teknologi penambangan emas," tambahnya. Maka dari itu dituntut keberanian yang memimpin Indonesia untuk mengambil langkah tersebut.


Pesimis Hasil Reshuffle


Mengenai hasil reshufle kabinet, Ka'ban menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki harapan apa-apa. Karena, kata Ka'ban hasil reshuffle yang dilakukan pemerintah disikapi dengan pesimis. "Maka saya tidak memiliki harapan apa-apa terhadap hasil reshufle," katanya. Alasan lainnya ialah sikap pemerintah yang membiarkan para pelaku yang terindikasi korupsi dibiarkan menjabat sedangkan yang dinilainya baik malah diganti.


Pada silaturahim tersebut Ka'ban, selaku Ketua Umum PBB menyampaikan tausiyah dengan ajakan untuk membangun Indonesia yang saat ini tengah dalam krisis dengan cara supaya Islam memimpin Indonesia. Selama ini, lanjut Ka'ban, Islam belum pernah memimpin Indonesia. "Orangnya boleh Islam, tetapi Islam tidak pernah memimpin negeri ini," ujarnya.


Padahal dalam pembukaan UUD 1945 jelas-jelas disebutkan bahwa "Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur, maka dengan ini Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya."


"Pembukaan UUD 1945 dengan tegas mengakui bahwa Kemerdekaan Indonesia adalah berkat Rahmat-Nya Allah SWT, setelah kita berjuang dengan sungguh-sungguh," Ka'ban menegaskan. Dari dulu partai Islam, termasuk PBB selalu dicurangi. Tahun 1955 ketika Partai Islam Masyumi menunjukkan kekuatannya, dihalangi oleh dekrit presiden. Tahun 1999 kembali berjuang dengan bermodalkan keinginan kuat dan keimanan. Itulah yang menuntun pada berdirinya partai ini (PBB). "Dengan keinginan supaya Keberkahan Allah supaya turun kepada Indonesia," katanya lagi.


Red: Jaka
Sumber: Rep Subang


 

Versi cetak