Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo berkomitmen untuk mendorong industrialisasi perikanan sebagai salah satu fokus atau tujuan utamanya selama dirinya menjabat sebagai menteri menggantikan Fadel Muhammad.

"Industrialisasi perikanan akan membawa kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan," kata Cicip Sutardjo dalam keterangan tertulis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima di Jakarta, Minggu (23/10/2011).

Menurut Cicip, industrialisasi perikanan selain akan menggenjot produk perikanan juga akan menjadikan kegiatan pengolahan ikan sebagai salah satu kunci sukses sektor tersebut.

Ia menuturkan KKP selama kepemimpinannya juga akan terus berupaya untuk memberdayakan petambak garam guna meningkatkan produksi dan kualitas garam nasional.

Dalam upaya merealisasikan target swasembada garam nasional tahun 2014, KKP akan melakukan tiga strategi antara lain intensifikasi yang dilakukan melalui rehabilitasi prasarana dan sarana usaha garam rakyat.

Sedangkan strategi lainnya adalah revitalisasi yang dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana usaha garam rakyat, serta melakukan inovasi teknologi melalui penggunaan bahan aditif.

Saat ini, KKP telah menetapkan sembilan kabupaten-kota sebagai sentra Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) untuk merealisasikan target tersebut, yaitu Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Tuban dan Nagekeo.

Selain itu, KKP juga telah menerapkan 31 kabupaten-kota penyangga pelaksanaan pengembangan usaha garam rakyat.

Dalam mendukung program swasembada garam nasional, KKP  mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk melaksanakan Pugar tahun 2011.

Program itu sendiri memiliki empat komponen, yaitu penyusunan perencanaan secara partisipatif di tingkat desa, penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), peningkatan kapasitas petambak garam rakyat, dan fasilitasi kemitraan usaha garam rakyat.

Versi cetak